Cerita ini sebenarnya berasal dari forum tetangga. cuman karna dipakek buat cerita sebelom tidur jadi ya dirubah sesuai dengan keadaan. anak anak suka banget ama ini cerita.semoga bapak bapak yang lain bisa menceritakan hal yang sama buat anak anak mereka.
Zaman dahulu kala ada sebuah kerajaan ditengah padang pasir yang sangat gersang. Kerajaan ini dilindungi benteng yang tebal dan tinggi untuk menghindari serangan binatang buas dan badai pasir.*
* ( Untuk menambah kesan yang lebih dramatis bisa ditambahkan cerita tambahan disini. Anak anak bisa dipancing dengan pertanyaan agar anak anak ikut masuk dalam cerita.
Mas nabil tau ndak badai pasir itu kayak apa?
Ndak tau bi.
Kalo dik Idar, tau ndak badai pasir
Tahu bi, dulu adik pernah. waktu abi masih kecil kan adik ikut ( anak kecil emang suka ngarang yah he he he )
Nah, badai pasir itu mengerikan sekali. Dulu abi pernah di terjang badai pasir. waktu itu abi pulang sholat jumat naik bis. tiba tiba langit menjadi merah dan angin bertiup kencang. lampu lampu jalan langsung meyala karna gelap. orang orang dalam bis ketakutan mereka berdzikir dan ada yang menangis. ada yang bilang subhanallah atau allohuakbar atau la ilaha illalah. pokonya semuanya pada berdikir.
kok berdikir bi, tanya nabil
iya, orang kalo takut pasti ingat sama allah. orang jadi sadar kalo kita itu cuman lemah dan penakut.
Kalo adik gak takut, adikkan suka main pasir. katak adiknya .
)
Ceritanya kita lanjutin lagi yah … sampai mana tadi yah? biasanya anak anak langsung teriak: “sampai badai pasiiir”.
Nah, dikerajaan itu, tiada pohon dan air diluar gerbang kota. Yang ada hanya pohon pohon kaktus berduri dan pasir hisap yang sangat ganas. siapapun yang meninggalkan kota pasti akan mati kehausan atau kelaparan.
Para penduduk kerajaan ini mempunyai kebiasaan yang aneh. Mereka mengangkat raja dari kalangan penduduk biasa, akan tetapi pada suatu saat raja tersebut akan dibuang keluar tembok atau diasingkan tanpa diduga duga waktunya.
Waktu itu kerajaan dipimpin oleh raja indil. Karna segala keinginannya diturutin raja indil menjadi raja yang manja dan pemalas. pokoknya, dia sukanya cuman enak enakan dan bersantai, yang dipikirnya cuman senang senang, makan makan dan pesta pesta, hingga suatu malam pas lagi enak enak tidur. pintu kamarnya digedor gedor oleh tentara kerajaan. Raja indil terbangun.
“Siapa diluar”. kata raja indil.
“Kami tentara kerajaan tuanku”.
“Ada apa menggedor gedor pintu malam malam gini?”
“Maaf tuanku raja, sudah waktunya bagi tuanku untuk diasingkan.”
Raja indil kaget sekali. Ternyata waktu pengasingannya sudah sampai, karena dia terlalu santai dia jadi lupa gak siap siap. raja indil ketakutan.
” Jangan, jangan asingkan aku beri aku waktu satu hari saja.”
” Tidak bisa tuanku. saatnya sudah tiba “.
” Jangan, beri aku waktu satu jam saja. biarkan aku mengumpulkan bekal” .
” Tidak bisa tuanku. Tuanku harus segera keluar atau pintu ini kami dobrak”.
” Jangan. tidaaaaaaaaaaak”.
Tapi tentara kerajan tidak menggubris penolakan raja indil. pintupun didobrak. raja indil diseret dari tempat tidurnya. Raja indil cuman memakai piyama tidur saja. dia berteriak teriak minta ampun dan minta tolong, tapi dak satupun yang mau menolong. raja indilpun dibuang keluar gerbang. Raja indil menangis meraung raung.
“Tolong buka pintu gerbang. tolong aku. disini sangat dingin. toloong”.
Raja indil berteriak sejadi jadinya. tapi penduduk kota tidak ada yang perduli. Raja indilpun berjalan gontai ditengah padang pasir. dia menangis sedih menyesali segala kemalasan yang telah dia lakukan.
Besok paginya. diadakan pemilihan raja baru. Para penduduk berkumpul di lapangan. Tapi semua ketakutan. mereka sangat takut untuk menjadi raja. takut nasib mereka seperti raja indil yang mati merana ditengah padang pasir. Mereka mencari cari siapa yang akan dinobatkan menajdi raja pengganti raja indil. nah, ditengah tengah lapangan ada dua orang pemuda kakak beradik. namanya ubil dan odir. mereka berdua anak anak yang baik dan pintar. tapi keduanya sangat miskin dan tidak punya keluarga. pendudukpun sepakat untuk menjadikan ubil menjadi raja.
” Wahai penduduk sekalian siapakah yang kalian akan angkat menjadi raja? kata para sesepuh kerajaan”.
Para pendudukpun berteriak.
“Ubil, tuanku. dia akan kami angkat menjadi raja.”
Ubil kaget. adiknya juga menangis ketakutan. tapi ubil tidak bisa menolak karena semua penduduk sudah sepakat. Ubilpun mau menjadi raja dengan syarat dia boleh membawa adiknya si odir. para penduduk pun setuju. Besok harinya ubil dinobatkan menjadi raja.
Waktu itu Raja ubil sedang sarapan pagi. tapi raja ubil tampak sedih dan tidak berselera makan. adiknya odir tau itu. dia berusaha mengibur kakaknya agar gembira.
” Kakanda raja ubil. adik tidak tega melihat kakanda selalu sedih dan murung. Nanti kakanda bisa sakit. Mari kakak aku suapin ya, makanlah sedikit, ini kan bubur ayam kesukaan kakak”. bujuk adik odir.
” Kakak sangat takut adikku odir, kita tidak tau kapan kita akan diasingkan seperti raja indil. kakak tidak mau amti kelaparan ditengah padang pasir.”
” Jangan takut kakak, kita akan bersiap siap. pokoknya kita akan menyiapkan ransel yang kita isi makanan biar besok bisa kita bawa.”
” Tapi adik, diranselkan cuman muat sedikit padahal kita tidak tau berapa lama kita akan berada di padang pasir yang gersang itu. lambat laun pasti habis dan kita akan kelaparan.”
Raja ubil dan adiknyapun terdiam. setiap hari mereka berpikir da berpikir untuk menjari jalan supaya besok mereka bisa selamat. hingga akhirnya suatu hari dikebun istana.
” Kak sini kak, lihat nih apa yang aku temukan “.
” Ada apa dik. kayaknya kok kamu senang sekali “. kata raja Ubil
” Lihat nih, ada bangunan kecil yang lucu sekali dari tanah dan tinggi. wah rumah apa ini yah.
Raja Ubilpun melihat bangunan kecil yang ditemukan oleh adiknya. diapun terkagum kagum. setelah mereka amati ternyata bangunan tadi adalah rumah rayap. dan ditempat lainpun mereka menemukan bangunan yang sama. mereka meliat rayap rayap kecil yang sedang membangun rumah mereka. odir dan ubil senang sekali. mereka bergembira melihat rayap rayap itu bekerja sama.
” Kak, coba kakak amati bangunan kecil ini kayaknya saling berhubunganyah. wah pintar sekali rayap rayap kecil ini membangun terowongan subhanallaoh hebat sekali ya.”
Raja Odirpun mendapat ide. kalo rayap saja bisa membikin terowongan. kenapa manusia tidak bisa. akhirnya mereka berdua berembuk untuk membikin terowongan dan membangun istana lain di sebeluar istana yang lama.
” Adikku, kita harus mengumpulkan para tukang dan arsitek untuk membangun istana lain ditengah padang pasir. kita bangun lewat terowongan bawah tanah biar tidak ketahuan “.
Iya, kak. itu memang pendapat yang bagus kak. kita bayar mereka dengan upah yang tinggi agar mereka tidak membocorkan rencana kita”. Kata adik odir.
Nah mulai hari itu. setiap hari para tukang bekerja diam diam menggali terowongan hingga tembus jauh ketengah padang pasir. pelan pelan dan sedikit demi sedikit istanapun dibangun. setiap hari para pekerja bekerja tanpa kenal lelah. musim berganti musim dilalui. pekerja tanpa kenal lelah membangun istana baru. sumber air disediakan, tanah disuburkan sehingga pohon pohon bisa ditanam dengan subur. Hingga suatu malam. kamar raja Ubil digedor gedor tentara kerajaan.
” Siapa diluar, kenapa malam malam begini menggedor pintu? “
” Kami tentara kerajaan tuanku, sudah waktunya tuanku diasingkan “
Raja Ubilpun membuka pintu.
” Kenapa kalian lama sekali, aku sudah menunggu saat saat yang membahagiakan ini.”
tentara kerajaan bingung. biasanya mereka akan mendengar teriakan minta tolong dan minta ampun seperti raja indil dulu. Tapi Raja Ubil tampak senang dan santai santai saja. meraka semakin bingung ketika raja odir berkata.
” ayo cepat, antar aku keluar gerbang “
akhirnya raja Ubil diantar keluar gerbang. waktu pintunya gerbangnya ditutup. raja Ubil tersenyum bahagia.
” Alhamdulillah akhirnya aku bisa tinggal di istana baruku yang lebih indah dan nyaman. aku akan bahagia disana. tidak perlu takut takut digedor gedor dan diusir dari ist ana “.
Selesai ceritanya? belom lah.inti pesannya ada disini.
nah mas nabil tahu ndak. cerita ini persis kayak kita loh. kita ini kayak raja indil dan raja Ubil. dikasih allah waktu dan kesempatan buat hidup guna menyiapkan hari esok. ada yang main main aja. kayak raja indil. ada yang rajin kayak raja Ubil.
” Mas Nabil mau pilih yang mana? “
” Jadi raja ubil”.
” Nah kalo mau jadi raja ubil kita harus siap siap membangun istana buat disurga kelak. mas nabil tau ndak caranya? caranya kita harus rajin sholat. kalo kita sholat sekali, sama Allah diganti dengan satu batu buat bikin istana. Kalo sholatnya lupa nanti gimana? Istana bolong bolong dong, kan gak asik. malahan istananya nanti bia ambruk iya gak, kacau deh. Eh, tapi cukup ndak cuman punya istana aja tapi gak ada lampunya?
“Gak lah bi, nanti kalo malam bisa gelap. adik idar kan takut gelap”.
Nah biar gak gelap harus dikasih lampu. lampunya itu kata nabi muhamad pakek shodaqoh. sekali kita nabung hari jumat dikasih satu alampu sama allah. sekali kita ngasih orang yang minta minta dikasih lagi sama allah. semakin banyak shodaqoh nanti istana kita akan menjadi teraaaang. teraaaaaaaaaaaang banget kayak siang hari. nanti mas nabil gak usah bobok tiap hari cuman maiiiiiiin terus.asik gak? he he he
” Nah jadi begituuu ceritanya. mas nabil mau rajin sholat gaaak sekarang?”
” Rajinlah bi, biar punya istana “.
Apalagi kalo mas nabil sholatnya bareng bareng. Wah pasti lebih hebat. Sekali sholat dikasih batu 27 buah. top lah pokoknya, Kan kalo sholat bareng pahalanya lebih besar. apalagi duitambahin sholat duha. ama sholat sunnah, nanti istananya mas Nabil bisa gedeeeeee banget.
Dah ya. besok sambung lagi ceritanya. Dah ngantukkan. Setelah itu biasananya anak anak langsung meluk guling. ndak tau apa yang mereka pikirkan. dak lama meraka pasti dah tertidur dengan tenang. kadang kadang, bapaknya juga ikut sekalian ketiduran. Uminya mana? dah ketiduran sejak ceritanya baru mulai.
). Alhamdulillah, I’ve got a very kind hubby (Thanks, Abi).
Filed under: Be A Happy Family, Dongeng, Islamuna